Perempuan di Pematang Sawah: 10 puisi bertema kasih dan welas asih

SASTRA, SENI, BUDAYA 30 Jul 2026 13:46 2 min read 46 views By Petrus Bono Kris

Share berita ini

Perempuan di Pematang Sawah: 10 puisi bertema kasih dan welas asih
10 Puisi Kasih dan Welas Asih 1. Perempuan di Pematang Sawah Pagi masih berembun,ia melangkah tanpa keluh.Sebakul harapan di pundaknya,sekeranjang k...

10 Puisi Kasih dan Welas Asih

1. Perempuan di Pematang Sawah

Pagi masih berembun,
ia melangkah tanpa keluh.
Sebakul harapan di pundaknya,
sekeranjang kasih di hatinya.

Tak pernah ia meminta pujian,
cukup melihat senyum orang-orang terkasih.
Dari perempuan desa itu,
aku belajar bahwa kasih
selalu bekerja dalam diam.

 

 


2. Tangan yang Menghangatkan

Tangannya kasar,
namun sentuhannya lembut.
Tangannya lelah,
namun pelukannya selalu menenangkan.

Kasih tidak selalu berupa kata,
kadang hadir dalam segelas teh hangat,
sepiring nasi,
dan doa yang tak pernah putus.

 

 


3. Senyum Ibu Desa

Tak semua senyum lahir
dari hidup yang mudah.
Ada senyum yang tumbuh
di antara letih dan peluh.

Begitulah senyum ibu desa,
sederhana,
tetapi mampu menguatkan
siapa pun yang melihatnya.

 

4. Jalan Pulang

Di setiap langkah pulang,
selalu ada seseorang
yang menunggu dengan doa.

Kasih tak bertanya,
"Berapa yang kau bawa?"
Kasih hanya berkata,
"Syukurlah engkau kembali."

 

 


5. Welas Asih

Welas asih
bukan sekadar iba.
Ia adalah tangan
yang rela membantu.

Ia adalah hati
yang tak mudah menghakimi.
Ia adalah cinta
yang memilih memaafkan.

 

 


6. Pelita di Beranda

Saat malam datang,
ia menyalakan pelita.

Bukan hanya agar rumah terang,
tetapi agar hati
tetap dipenuhi harapan.

Kasih selalu menjadi cahaya,
meski dunia
sedang gelap.

 

 


7. Menanam Kebaikan

Ia menanam benih
dengan sabar.

Ia tahu,
tidak semua benih
langsung tumbuh.

Begitu pula kebaikan.
Hari ini kita menanam,
esok atau lusa,
kasih akan berbunga.

 

 


8. Doa Seorang Perempuan

Tak banyak yang ia minta.

Semoga anak-anak sehat.
Semoga keluarga bahagia.
Semoga semua orang
hidup dalam damai.

Begitulah kasih bekerja.
Diam,
tetapi menguatkan dunia.

 


9. Sungai Kecil

Sungai kecil
tak pernah memilih
siapa yang akan menikmati airnya.

Begitulah kasih.

Ia mengalir
kepada siapa saja,
tanpa membedakan
suku, agama,
atau keadaan.

 

 


10. Bunga Welas Asih

Jika kebencian
adalah duri,
maka kasih
adalah bunga.

Semakin sering kita berbagi,
semakin harum hidup ini.

Mari menanam kasih
di mana pun kita berada.

Sebab dunia
akan menjadi lebih indah
ketika setiap hati
dipenuhi welas asih.

SMP Taman Hidayah Cilacap